Cari Artikel :     
 
 

Pusdikpenerbad Puspenerbad Jl. Puad A. Yani No. 2 Semarang Barat, Jateng. Telp 024-7604109 Fax. 024-7607135

 
 
DANPUSDIKPENERBAD


KOLONEL CPN SUPRAPTO, S.E.

GALLERY FOTO

logo

VISITOR

Pengunjung : 123 visitor
Member : 0 user
Dosen : 0 user

 
   
 

KESELAMATAN TERBANG

logo

Keselamatan Penerbangan selalu terkait dengan faktor manusia. Oleh karena itu ditumbuhkan kultur keselamatan terbang dan kerja dalam setiap diri manusiayang berkecimpung dalam dunia penerbangan. Menganbil judul keselamatan Penerbangan dan kultur yang harus ditumbuhkan sejak dini. Staf Slambangja Puspenerbad dalam memberikan ceramah yang berkaitan dengan keselamatan terbang dan kerja, baik ditinjau dari kaca mata pimpinan ( Regulator ) dan tugas tugas ( mission ).  

 

Upaya pertumbuhan ” Kultur  Keselamatan Penerbangan ” ini telah diangkat menjadi topik yangm hangat oleh majalah ” Angkasa ” dipenghujung tahun 2007. Kultur keselamatan ini perlu ditumbuhkan sedini mungkin karena kesalahan harus diterima  sebagai keadaan normal dalam hubungan manusia dengan mesin ( Pesawat ).

 

untuk  menetralisir kesalahan pada manusia itu, ada 3 (Tiga) Barikade (Tahap),  yaitu :

 

-                Training ( Pelatihan )

-                Pengetahuan Teknologi

-                Pembuatan Regulasi  atau Peraturan

 

Ketiga Tahap itu harus ditunjang sebuah organisasi dan menagement yang baik. jika tidak dilaksanakan justru menjadi bahaya laten bagi dunia penerbangan.

               

Menurut Pak Adhy Gunawan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, ” Mulai dari Top to Down ” . dengan kata lain faktor organisasi penting dalam membangun kultur keselamatan pada diri manusia.

 

Sedangkan menurut Pak Buhdi Pradana dari STPI Curug berpendapat bahwa Human Factor merupakan interaksi antara manusia dan lingkungannya, mulai Software, Hardware Invironment dan liveware.

 

Lain lagi menurut pendapat Marsda ( Pur ) F. Djoko Purwoko, mantan Panglima Komando Pertahanan  Udara Nasional tentang kultur keselamatan pada dasarnya sudah ada dalam diri manusia. ” tidak ada manusia yang mau celaka dan kecelakaan itu pasti tidak direncanakan ”.  Dengan demikian jangan terlalu menyalahkanpersonel jika ia telah menjalankan aturan dengan baik dan benar. Sebaiknya menjadi tanggung jawab organisasi untuk membekalinya dengan keyakinan atas apa yang dilakukannya. Untuk itu harus ada pihak yang bertanggung jawab

 

Bicara tentang keselamatan terbang dan kerja, tentunya pemeliharaan pesawat terbang juga menjadi bahaya laten manakala kegiatan pemeliharaanpesawat terbang tidak lagi mengindahkan aturan – aturan yang telah ditentukan pada buku pemeliharaan pesawat terbang maupun Fligt Manual Book, seperti               :

 

1.        Mampu melaksanakan Pre Fligt dan Post Fligt sesuai ketentuan  yang telah dicantumkan pada Fligt Manual Book.

2.        Berani secara jujur mengakui kekeliruann yang pernah dilakukan selama dalam pelaksanaan terbang dan ditulis dalam buku pemeliharaan (Log Book).

3.        Melaksanakan pemeliharaan terjadwal sesuai rating pesawat.

4.        Melaksanakan perbaikan, penggantian componen sesuai dengan TSN,TSO, Retire Life, Calender Time, dll.

5.        Melaksanakan pengujian terbang (Test Flight) dengan ketentuan Flight manual.

6.        Menulis segala kelainan pesawat dan menindaklanjuti perbaikannya.

7.        Harus ada keberanian utk meng ” Grounded ” pesawat manakala kondisi pesawat, menunjukan instrument diluar limitasi yang ditentukan.

8.        Mendiskusikan bilamana terjadi kelainan yang dialami selama dalam pengoperasian pesawat terbang tersebut.

9.        Disamping hal-hal tersebut diatas tidak kala penting dalam setiap pemeliharaan pesawat terbang baik dalam pemeriksaan dan perbaikan dengan menggunakan tools, special tools, consumable yang sesuai. Sehingga tidak merusak kondisi fisik dari komponen tersebut    

 

Ditahun sebelumnya banyak kejadian yang perlu mendapatkan perhatian dari kita semua, bahkan musibah yang merusak materiil utama kita, sulit dibayangkan kalau kita harus mengalami lagi kejadian dan musibah yang sama terhadap pesawat terbang yang menjadi tanggung jawab Penerbangan Angkatan Darat. Lebih lebih kalau penyebabnya berasal dari kecerobohan, dan ketidak jujuran personel itu sendiri.

 

Keberhasilan dan kegagalan tentunya telah mengiringi kerja keras kita selama ini. Kisah sukses membuat kita lelah selama ini seperti menyuap. Dan sebaliknya kegagalan membuat perjalanan selama ini seperti dihantui kegetiran. Untuk itu sebagai Manusia yang berbudi dan berakal tentunya tidak lupa untuk selalu berupaya dan berbuat untuk mencapai tingkat paling minimal musibah itu terjadi ditahun mendatang. Semoga segala karya kita selama ini sebagai insan prajurit Wira Amur selalu mendapat lindungan yang kuasa. Amiiiin

 


 
 
 
DANPUSPENERBAD


BRIGJEN TNI BESAR HARTO K, S.H

LOGIN WEBSITE



FORUM

 

LINK TERKAIT








LINK SATUAN










 
  Hak Cipta © 2010-2011. Portal Sistem E-Learning Pusat Pendidikan Pusat Penerbangan Angkatan Darat.

System and Design by Tim Pusdik Penerbad. e-mail :info@pusdikpenerbad.mil.id
Powered by MIKAHOSTING