Cari Artikel :     
 
 

GALLERY FOTO

logo

VISITOR

Pengunjung : 22 visitor
Member : 0 user
Dosen : 0 user


 
  TRADISI CORPS PENERBANG  
 

Tradisi corps penerbang adalah suatu nilai luhur yang diwariskan dan dilestarikan guna menanamkan rasa bangga terhadap diri pribadi maupun orang lain akan apa yang telah diperolehnya selama menimba ilmu untuk menjadi seorang penerbang TNI AD. Untuk menjadi seorang Penerbang tidaklah mudah, banyak tahap-tahap yang harus dilalui. Oleh sebab itu tradisi corp penerbang harus dilaksanakan secara terus menerus sehingga diharapkan dapat menumbuhkan semangat pengabdian dan semangat berkarya. Tradisi ini dimaksudkan agar generasi penerus penerbang TNI AD selalu memiliki rasa kesetiaan, kecintaan dan kebanggaan terhadap tugas dan tanggung jawab yang diembannnya, sebagai Prajurit Wira Amur.

Untuk menjadi penerbang TNI AD maka para perwira baru TNI AD harus menempuh pendidikan penerbang di Pusat Pendidikan Penerbangan TNI AD atau Pusdikpenerbad yang berada di semarang. Tradisi ini dilaksanakan setelah para Perwira TNI AD menyelesaikan pendidikan kursus spesialisasi penerbang yaitu Kursus Perwira Penerbang Dasar atau disingkat Suspabangsar dengan menggunakan helikopter latih dan dilanjutkan dengan Kursus Perwira Penerbang II atau disingkat Suspabang II dengan menggunakan pesawat maupun helikopter yang digunakan dalam operasional penerbangan TNI AD. Setelah Perwira siswa penerbang tersebut dinyatakan lulus dalam menempuh pendidikan Suspabang II, maka akan disahkan menjadi seorang Penerbang II atau Copilot dengan menempuh tradisi corp penerbang terlebih dahulu.

Tradisi corp penerbang ini dilaksanakan sebelum penutupan pendidikan, pada awal pelaksanaan tradisi para perwira penerbang akan melaksanakan tradisi pencarian Wing Penerbang yang akan disematkan kepadanya. Upacara tradisi corp penerbang diawali dengan acara penyambutan kepada para penerbang baru yang akan memasuki pintu gerbang Pusdikpenerbad yang merupakan tempat dimana para perwira digembleng untuk menjadi seorang penerbang dengan memanggul lambang Wira Amur yang artinya “Prajurit Terbang” yang merupakan kebanggaan seluruh prajurit Penerbad, tradisi penyambutan ini dilakukan oleh anggota Penerbad yang menunjukan bahwa para penerbang baru ini telah siap untuk menjadi bagian dari Penerbang TNI AD yang akan mengawaki Alutsista yang ada di Corp Penerbangan TNI AD.

Puncak dari acara tradisi ini adalah Upacara penyematan Wing Penerbang dan pemakaian topi Penerbang serta penyiraman air bunga oleh Komandan Pusat Penerbangan TNI AD sebagai pejabat tertinggi di lingkungan Penerbad. Penyematan Wing Penerbang menandakan bahwa para perwira telah sah menjadi seorang penerbang dan berhak untuk memakai Wing Penerbang yang merupakan kebanggaan seluruh Penerbang TNI AD. Penyiraman air bunga menandakan bahwa para penerbang baru telah disucikan untuk menjadi anggota baru Corp Penerbangan TNI AD dan siap untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang akan diembannya dalam menjaga keutuhan NKRI.

Rasa kebanggaan adalah hal yang tak ternilai harganya dibandingkan dengan apapun, oleh karena itu rasa kebanggan harus selalu tertanam didalam diri masing-masing prajurit TNI AD, begitu juga kebanggan menjadi seorang Penerbang TNI AD. Untuk itu bagi segenap prajurit harus selalu siap sedia untuk selalu menjaga keutuhan wilayah NKRI yang merupakan tanah air seluruh bangsa Indonesia. Senantiasa bekerja, berkarya dan selalu berusaha untuk menegakkan Sapta Marga untuk mengharumkan nama bangsa. Jayalah Penerbad, Jayalah TNI AD, Jayalah Indonesia “Bravo Wira Amur”

 
 
 

LOGIN WEBSITE




 

LINK TERKAIT








LINK SATUAN










 
  Hak Cipta © 2010-2011. Portal Sistem E-Learning Pusat Pendidikan Pusat Penerbangan Angkatan Darat.
System and Design by Tim Pusdik Penerbad. e-mail :info@pusdikpenerbad.mil.id